Pages

Sabtu, 21 Mei 2011

CINTA RIFKI

ini adalah tugas cerpen yang pure gw buat sendiri.


Aku adalah Rifki, Seorang pria muda asal Sekolah Menengah Atas berumur 18 tahun yang mencari cinta untuk kehidupanku setelah masa muda. Tentu saja dalam pencarian cinta ini banyak sekali ‘Asam manis’ seperti ditinggal kekasih atau banyak lagi. Sampai akhirnya aku menemukan seorang wanita pujaan yang kutunggu-tunggu mungkin wajahnya tidak cantik namun sangat manis. Pertama kali aku bertemu pada saat penerimaan murid baru di sekolahku. Ya, dia adalah adik kelasku di Sekolah Menengah Atas dan Cerita cinta ini dimulai ketika dimulainya perbincangan antara Aku dan Ali Seorang Ketua OSIS disekolahku yang menjadi sumber informasiku ini pada pagi hari.

“Li, Kamu lagi sibuk gak?”

“gak terlalu sibuk,memang kenapa?”

“Aku mau tanya sesuatu tapi kamu santai ya?”

“maksudnya? Yowis mau tanya apa?”

“Kamu tau anak gugus melati burik yang suka pakai kerudung segitiga?”

“kan banyak yang pakai kerudung segitiga, Rifki..”

“oh, iya itu loh yang cantik, tau gak? “

“yang mana ya? Yang jelas dong?”

“wah, kacau kau tak pernah liat cewek cantik ya?”

“wih, sembarangan aja kau! Tau dari mana? Hehe”

“lah? Bener? Itu yang kulitnya putih itu loh “

“oh, iya tau! Yang mana yah? “

“bah, anak alumni SMP Al-Mutaqin”

“oh, itu namanya Hani”

“Hmmm. . Honey yah?”

“iya namanya Hani, kenapa? Kamu naksir ya? Prikiwit. .!!”

“hehe . . Tau aja kamu bro? thanks ya”

Kemudian aku beranikan diri untuk menyapa sang wanita idaman yang baru Aku tahu bahwa namanya Honey, semanis orangnya. Tetapi ketika aku akan menyapa wanita idamanku,Dia sama sekali tidak melirik nyaliku pun langsung hilang. Aku pun tidak jadi untuk menyapanya. Aku yang pintar ini tidak berhenti berpikir untuk mendekatinya lalu aku coba mencari nomor handphonenya, kebetulan temanku yang bernama Ali sebagai ketua OSIS punya data tentang semua anak kelas X, tidak butuh waktu lama aku mendapatkan nomor handphone yang hanya 12 digit namun sangat berarti bagi kehidupanku ini. Aku pun langsung mengirim Short Message Service atau SMS. Aku mengirim pesan yang berisi “Hai, Honey?”. Lama aku menunggu hingga hampir 120 detik aku menunggu akhirnya smartphone milikku yang bermerek blackburick bordering, tanpa tunggu lama aku langsung membuka pesan baruku itu, akan tetapi aku sangat kaget ketika membaca SMS tersebut yang isinya “Nomor anda telah di isi voucher dengan Serial number 012345769192058720176”. Sial ! ternyata itu SMS dari MKIOS. Aku pun menunggu hingga aku tertidur pulas.

Besoknya aku beranikan diri untuk menyapanya, sengaja aku tunggu di gerbang sekolah agar aku
tidak kehilangan kesempatan lagi. Dengan jantung yang berdetak sekitar 1000 detak per detik dan keringat yang mengucur sekitar 100 liter per 2 detik. Kulangkahkan kaki ku dengan perasaan gugup. Lalu aku pun menepuk pundak Honey, akan tetapi dia langsung menoleh kebelakang dan memelintir tanganku, Aku pun seketika berteriak secara reflek.

“Aw ! sakit !”

“eh, eh maaf kak..”

“aduh, aduh sakit deh serius ..”

Sambil berpura-pura kesakitan dan memegang tangan kananku. Lalu dia pun memegang tangan kananku
dan mengantarku ke UKS. Aku pun berusaha berpura-pura kesakitan.

“kaka tidak apa-apa kan..?”

“aduh, apa-apa nih . . sakit banget”

“aduh, maaf banget kak..”

“iya tidak apa-apa kakak yang salah, kok kamu bisa jago begitu sih?”

“aku ikut silat kak..”

“wah, hebat sekali kamu, tapi tidak lebih hebat dari kakak..”


“Memang kakak ikut beladiri apa?”

“kakak tidak ikut apa-apa sih, hehe hebat kan?”

“ah, kakak ini ada-ada saja..”

“Hehe.. oh,ya nama kamu siapa?”

Aku berpura-pura tidak tahu saja.Agar tidak keliatan kalau aku sudah tahu.

“Namaku Hani kak, kalau kakak?”

“Namaku Rifki, Honey ya? Namanya manis kaya orangnya hehe”


“Makasih kak, tapi nama ku H-A-N-I bukan H-O-N-E-Y kak, hehe”

Aku sangat malu waktu itu karena dia mengejakan namanya dan perkiraanku salah, yang
tadinya aku kira namanya Honey ternyata Hani. Maklumlah karena aku ini lama tinggal di London.

“hehe, jadi malu kakak, hmmm kok tidak masuk kelas?”

“eh, iya aku lupa kak! Ya sudah aku duluan ya kak, maaf banget”

Dia pun pergi meninggalkan aku di UKS. Tapi aku pun tidak terlalu di UKS, aku pun pergi
ke kelas juga. Waktu istirahat tiba aku yang sudah tidak kuasa menahan rasa rindu pada makanan

segera bergegas ke kantin sekolah. Dan hal yang paling menyenangankan waktu itu adalah ketika
Aku bertemu lagi dengan Hani, dan betapa beruntungnya aku, Hani lah yang menyapa Aku lebih dulu.

“Hi,Kak gimana tangannya?”

Aku pun menjawab sambal memegang tangan kananku.

“ya sudah lumayan kok ..”

Aku yang salah tingkah kemudian menjadi sulit untuk bicara,sepertinya aku terpana oleh kedua matanya yang begitu indah namun sepertinya Hani adalah tipe orang yang sangat baik, jadi
dia pun menegurku ketika Aku terpaku pada kedua bola matanya.

“Hai Kak? Halo? Masih disana? “

Aku pun makin salah tingkah waktu itu.


“Eh, iya masih kok, hehe”

“Oh,ya mau pesan apa kak? Biar aku yang pesan sebagai tanda minta maaf”

Dia menawariku makanan, tetapi sebagai seorang laki-laki aku sangat pantang untuk
ditraktir seorang wanita cantik seperti Dia.

“Jangan-jangan biar Kakak yang pesan,kamu mau apa?”

“Aduh, jadi makin gak enak”

“Tidak apa apa kok, mau apa?”

“Ya udah terserah kakak aja deh”

Setelah memesan Makanan lalu Aku pun duduk berdua bersama Hani di kantin, obrolan
tentang masa Orientasi Siswa menjadi topic yang hangat pada waktu itu. Aku yang tak sanggup
menahan rasa suka pada Hani pun langsung saja mengutarakan isi hatiku yang sebenarnya.

“Hani..”

“Ya, Kak?

Dengan sangat gugup namun semangat aku pun melontarkan kata-kata yang aku ingin ucapkan
kepada Hani selama ini.

“Sebenanya Kakak ..”

“ya? Kenapa kak? “

“Hmmm. . Kakak suka sama kamu Han, semenjak kamu masuk SMA ini Kakak langsung jatuh Cinta saat
Kakak melihat kamu Han”

Pikiranku pun seketika kacau, perasaan takut dia marah atau lainnya bercampur aduk.
Karena baru saja kami kenal tadi pagi sekarang aku sudah menyatakan cinta.

“Kakak bercanda kan?”

Seolah tidak percaya Hani memastikan pernyataanku itu.

“Kakak serius Hani, Hani mau gak jadi pacar Kakak”

Dengan menahan napas menunggu jawaban Hani waktu itu aku pun terus menunggu jawaban dari Hani. Tidak terlalu lama aku menunggu akhirnya Hani pun melontarkan kata-kata yang tidak dapat aku percaya. Dia pun menjawab “Maaf Kak, aku mau”.

Hani ternyata menerima diriku sebagai pacarnya. Namun Aku ingin meyakinkan apa yang
telah aku dengar. Aku pun bertanya sekali lagi “Serius Hani?”.

Tanpa menjawab dia menganggukan kepalanya. Seketika aku pun berteriak, Aku pun tidak peduli dengan semua orang yang ada di kantin melihatku dengan tatapan yang cukup aneh.

Hani pun tersipu malu sambil duduk di Kursi kantin. Pulang sekolah Aku langsung mengantar Hani pulang kerumahnya. Hari demi hari,bulan demi bulan Aku dan Hani lewati bersama akhir pekan, libur sekolah, menonton konser, dan acara keluarga pun Kita lewati bersama.

Hingga akhirnya pada saat Aku harus menginjak bangku kuliah. Aku harus pindah ke luar negeri Karena urusan pekerjaan Orang tua, Aku yang sangat berat meninggalkan negeriku Indonesia ini tapi apa daya karena ini keinginan Orang tua, Aku tidak bisa melawan kata-kata Orang tua kandungku sendiri. Namun yang paling mengiris hatiku adalah Aku harus meninggalkan sang pemilik hatiku yaitu Hani.Seorang yang sangat ku cintai. Karena aku tidak sanggup mengatakan kata perpisahan aku pun pindah ke luar negeri tanpa mengucap satu kata pun pada Hani.

Begitu tersiksa hidupku di luar negeri tanpa Hani. Tahun demi tahun ku lewati tanpa semangat dan sampailah pada suatu hari aku menerima e-mail dari seseorang yang tidak kukenal, namun isi dari e-mail itulah yang sangat membuatku sedih,senang dan menangis pada saat itu juga.
Untuk Rifki,

Hi Rifki,mungkin ketika kau membaca surat ini kau sudah lupa denganku. Aku Hani seseorang yang selalu mencintaimu 2 tahun lalu sampai sekarang.Kemana engkau pergi Rifki? Kau tinggalkan aku merana sendiri tanpa cinta, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan padaku sayang? Aku yakin kamu tidak ingin menyakitiku. Aku tau kamu masih cinta padaku. Aku selalu menunggumu disini Sayangku, di Indonesia. Aku menyayangimu Rifki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar